Kedaulatan Financial Kita – Siapakah yang Benar-benar Menguasai Dunia?

Pertanyaan ini sangat kompleks, tetapi bukan tidak mungkin untuk memahami …

Tahun 2012, Federal Institute Swiss di Zurich (SFI) merilis studi komprehensif tentang “ kontrol jaringan korporasi global”. Institute ini menganalisa data 37 juta perusahaan dan investor seluruh dunia. Menurut penelitian mereka, ada sekitar 147 perusahaan membentuk “super entitas” dan memiliki kontrol 40% dari ekonomi perusahaan di dunia. Pusat kartel mengerucut pada 20 top raksasa seperti; Barclays, Goldman Sachs, JPMorgan Chase & Co, Vanguard Group, UBS, Deutsche Bank, Bank of New York Mellon Corp, Morgan Stanley, Bank of America Corp, dan Société Générale.

Seorang whistleblower Bank Dunia, Karen Hudes memberikan kita sekilas ke dalam jala mega-korporasi ini yang mempunyai pengaruh dan kekuasaan besar terhadap pasar global, ekonopmi dan juga urusan politik.

Karen Hudes adalah lulusan dari Yale Law School dan ia bekerja di departemen hukum Bank Dunia selama lebih dari 20 tahun. Bahkan, ketika dia dipecat karena mengungkap korupsi pada Bank Dunia, ia menjabat sebagai Penasihat Senior.

Dia dalam posisi yang unik untuk melihat persis bagaimana elit global menguasai dunia , dan informasi yang dia sekarang ungkapkan kepada publik benar-benar menakjubkan . Menurut Hudes , para elit menggunakan inti utama secara ketat institusi keuangan dan mega – korporasi untuk mendominasi planet ini. Tujuannya adalah kontrol. Mereka ingin kita semua diperbudak utang , mereka ingin semua pemerintahan kita diperbudak oleh utang , dan mereka ingin semua politisi kita kecanduan uang yang mereka salurkan untuk kampanye. Karena elit juga memiliki semua perusahaan media besar, media mainstream tidak akan membiarkan kita mengungkap rahasia bahwa ada sesuatu yang secara fundamental salah dengan sistem yang bekerja .

Kata Hudes, ini bukan ” teori konspirasi “, ini realitas yang terjadi. Hudes berusaha sangat keras untuk mengekspos sistem keuangan yang korup yang digunakan elit global untuk mengontrol kekayaan dunia . Dalam wawancara dengan The New American, ia membahas bagaimana kita rela membiarkan kelompok elitis untuk benar-benar mendominasi sumber daya alam planet ini. Hudes mengatakan sistem keuangan global didominasi oleh sekelompok kecil korup, tokoh yang haus kekuasaan berpusat di sekitar Federal Reserve AS. Jaringan mereka menguasai media untuk menutupi kejahatannya.

Elit global tidak hanya mengontrol mega – korporasi . Menurut Hudes , mereka juga mendominasi organisasi yang mengontrol keuangan dari hampir setiap bangsa di muka planet ini. Melalui Bank Dunia , IMF dan bank sentral seperti Federal Reserve mereka mengontrol penciptaan dan aliran uang di seluruh dunia . Puncak dari sistem ini adalah Bank for International Settlements . Ini adalah bank sentral dari bank sentral.

Kebanyakan orang tidak pernah mendengar tentang The Bank for International Settlements , tetapi ini merupakan organisasi yang sangat penting . Sebuah institusi perbangkan swasta yang kebal terhadap hukum semua pemerintah nasional.

Kekuatan kapitalisme finansial memiliki tujuan lain, membuat sistem kontrol keuangan dunia di tangan swasta dan mampu mendominasi sistem politik masing-masing negara dan perekonomian dunia secara keseluruhan. Puncak dari sistem ini adalah untuk menjadi The Bank for International Settlements di Basel, Swiss, sebuah bank swasta yang mengendalikan bank-bank sentral dunia.

Bagaimana posisi Bank Indonesia? Apakah perjanjian kerjasama BI dengan The BIS sudah diratifikasi oleh DPR? Sebuah perjanjian dimana THE BIS berhak mengawasi transaksi yang dilakukan oleh BI. Atau DPR tidak tahu sama sekali?

KEDAULATAN SISTEM FINANCIAL KITA</p>
<p>SIAPAKAH YANG BENAR-BENAR MENGUASAI DUNIA?<br />
Pertanyaan ini sangat kompleks, tetapi bukan tidak mungkin untuk memahami ... </p>
<p>Tahun 2012, Federal Institute Swiss di Zurich (SFI) merilis studi komprehensif  tentang “ kontrol jaringan korporasi global”. Institute ini menganalisa data 37 juta perusahaan dan investor seluruh dunia. Menurut penelitian mereka, ada sekitar 147 perusahaan membentuk "super entitas" dan memiliki kontrol 40% dari ekonomi perusahaan di dunia. Pusat kartel mengerucut pada 20 top raksasa seperti; Barclays, Goldman Sachs, JPMorgan Chase & Co, Vanguard Group, UBS, Deutsche Bank, Bank of New York Mellon Corp, Morgan Stanley, Bank of America Corp, dan Société Générale.</p>
<p>Seorang whistleblower Bank Dunia, Karen Hudes memberikan kita sekilas ke dalam jala mega-korporasi ini yang mempunyai pengaruh dan kekuasaan besar terhadap pasar global, ekonopmi dan juga urusan politik.</p>
<p>Karen Hudes adalah lulusan dari Yale Law School dan ia bekerja di departemen hukum Bank Dunia selama lebih dari 20 tahun. Bahkan, ketika dia dipecat karena mengungkap korupsi pada Bank Dunia, ia menjabat sebagai Penasihat Senior.</p>
<p>Dia dalam posisi yang unik untuk melihat persis bagaimana elit global menguasai dunia , dan informasi yang dia sekarang ungkapkan kepada publik benar-benar menakjubkan . Menurut Hudes , para elit menggunakan inti utama secara ketat institusi keuangan dan mega – korporasi untuk mendominasi planet ini. Tujuannya adalah kontrol.  Mereka ingin kita semua diperbudak utang , mereka ingin semua pemerintahan kita diperbudak oleh utang , dan mereka ingin semua politisi kita kecanduan uang yang mereka salurkan untuk kampanye. Karena elit juga memiliki semua perusahaan media besar, media mainstream tidak akan membiarkan kita mengungkap rahasia bahwa ada sesuatu yang secara fundamental salah dengan sistem yang bekerja .</p>
<p>Kata Hudes, ini bukan " teori konspirasi ", ini realitas yang terjadi. Hudes berusaha sangat keras untuk mengekspos sistem keuangan yang korup  yang digunakan  elit global untuk mengontrol kekayaan dunia . Dalam wawancara dengan The New American, ia membahas bagaimana kita rela membiarkan kelompok elitis untuk benar-benar mendominasi sumber daya alam planet ini. Hudes mengatakan sistem keuangan global didominasi oleh sekelompok kecil korup, tokoh yang haus kekuasaan berpusat di sekitar Federal Reserve AS.  Jaringan mereka menguasai media untuk menutupi kejahatannya.</p>
<p>Elit global tidak hanya mengontrol mega - korporasi . Menurut Hudes , mereka juga mendominasi organisasi yang mengontrol keuangan dari hampir setiap bangsa di muka planet ini. Melalui Bank Dunia , IMF dan bank sentral seperti Federal Reserve mereka mengontrol penciptaan dan aliran uang di seluruh dunia . Puncak dari sistem ini adalah Bank for International Settlements . Ini adalah bank sentral dari bank sentral.</p>
<p>Kebanyakan orang tidak pernah mendengar tentang The Bank for International Settlements , tetapi ini merupakan organisasi yang sangat penting . Sebuah institusi perbangkan swasta yang kebal  terhadap hukum semua pemerintah nasional. </p>
<p>Kekuatan kapitalisme finansial memiliki tujuan lain, membuat sistem kontrol keuangan dunia di tangan swasta dan mampu mendominasi sistem politik masing-masing negara dan perekonomian dunia secara keseluruhan. Puncak dari sistem ini adalah untuk menjadi The Bank for International Settlements di Basel, Swiss, sebuah bank swasta yang mengendalikan bank-bank sentral dunia. </p>
<p>Bagaimana posisi Bank Indonesia? Apakah perjanjian kerjasama BI dengan The BIS sudah diratifikasi oleh DPR? Sebuah perjanjian dimana THE BIS berhak mengawasi transaksi yang dilakukan oleh BI. Atau DPR tidak tahu sama sekali?

KAMI Adalah ANDA, ANDA Adalah KAMI

kami-anda

Kami yakin saudaraku, dalam lubuk hati yang paling dalam, hati Anda bersama harapan ini. Tapi Anda ragu siapa mereka ini? Apa motivasinya? Aliran politik apa dll. Jangan jangan dukunganku akan digadaikan, atau mereka bagian dari kekuasaan jahat yang akan menipu. Seribu keraguan pertanyaan dan keraguan menyeliputi pikiran Anda. Mestikah aku bergerak mendukung Petisi Kedaulatan ini?

Saudaraku, kami tidak bisa membela diri dengan gugatan Anda dengan mengklaim seribu kebaikan. Klaim kebaikan, tidak bisa membuktikan apapun. Saat yang sama, kita tak bisa mengatakan seseorang itu jahat kecuali ada bukti. Semuanya akan dibuktikan oleh waktu. Dalam perjalanannya siapapun yang bermaksud jahat dalam petisi ini akan terkunci dengan satu tujuan “kembalikan kekayaan nasional kepada rakyat” dan energi rakyatlah yang akan mengawal dan memastikan ini.

Kami dari diri kalian sendiri. Jiwa kami adalah jiwa kalian, jiwa rakyat Indonesia yang merasakan derita 350 tahun dijajah dan sampai saat ini kita tidak berdaulat.

Kami lahir dari ibu sederhana, yang mimpi naik haji setelah 40th bekerja. Kami juga lahir dari orang tua yang setengah mati gali lubang tutup lubang untuk menyambung hidup. Kami juga lahir dari petani, nelayan dan pedagang eceran yang membanting tulang untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya. Kami juga lahir dari ibu yang suaminya supir angkot dan buruh yang meneteskan air ketika melihat kami diwisuda. Kami juga anak-anak prajurit yang setia menjaga NKRI dengan gaji pas-pasan. Kami juga lahir dari orang tua yang tidak ada penghasilan tetap dan buruh serabutan, yang dalam kesendirian terus menangis akan masa depan anak-anaknya. Kami juga lahir dari orang tua yang kebetulan nasibnya lebih baik sedikit secara ekonomi.

Meskipun kami berangkat dari lingkungan yang beragam, tapi jiwa kami satu. Kami ingin merdeka dan kami ingin kekayaan nasional Indonesia dikembalikan kepada rakyat. Kami ingin melihat rakyat tersenyum menerima hak yang layak yang harus mereka dapatkan dari kekayaan alam di negeri ini. Kami semua anak-anak negeri ini yang tidak mau bertarung demi sebuah simbol apapun.

Itulah saudaraku, kenapa kami berani memulai memfasilitasi Petisi Kedaulatan ini. Tidak ada yang lebih diantara kita saudaraku. Kita semua sama, dan kita akan menggapai kemenangan secara bersama. Impian kita hanya sebuah ilusi jika kita terus curiga. Dan siapakah sebenarnya yang membuat rakyat saling curiga? Merekalah kelompok jahat ini yang melemahkan kekuatan rakyat dengan menghembuskan kecurigaan sesama kita. Isu-isu politik politik pinggiran terus diangkat sehingga rakyat melupakan isu utama “pengembalian kekayaan nasional ke rakyat”. Bahkan rakyat akan dipaksa memilih calon pemimpin yang rakyat sudah tidak bernafsu memilihnya.

Sekali saudaraku, jika Anda bertanya siapa kami? Kami adalah Anda dan Anda adalah Kami. Kita semua yang sama-sama mencintai keadilan, yang hanya takut sama “Yang Maha Agung” yang menciptakan kita. Petisi Kedaulatan ini hakekatnya dari rakyat oleh rakyat dan hanya satu tuntutan “Kembalikan Kekayaan Nasional Kepada Rakyat”! 10 November 2013 panji telah dikibarkan dan tidak ada jalan untuk kembali. (Suara Kedaulatan)