Optimis

Setiap hari kita melihat ketidakadilan, tetapi kita tidak melakukan apa apa.

Atau kita telah melakukan tetapi belum meruntuhkan bangunan sistem ketidakadilan.

Akhirnya kita frustasi dan membiasakan diri kita pasif dan pesimis terhadap keadaan.

Kita hanya mengeluh dan mengeluh apa yang terjadi di sekitar kita, tetapi keluhan kita tidak berefek terhadap perbaikan.

Kita melihat negeri kita dirampok tetapi kita hanya bisa mengeluh.

Tidak saudaraku.

Saatnya keluhan kita menjadi kebersamaan dan kekuatan yang nyata.

Saatnya kita bersatu dan tunjukkan sikap kita bersama dan fokus kepada tujuan kita.

Tidak ada satu kekuatan jahat pun yang bisa menahan kita.

Rakyat Indonesia harus menuliskan sejarah masa depannya sendiri.

Demi Ibu yang melahirkan kita, kita optimis menatap masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *