KAMI Adalah ANDA, ANDA Adalah KAMI

kami-anda

Kami yakin saudaraku, dalam lubuk hati yang paling dalam, hati Anda bersama harapan ini. Tapi Anda ragu siapa mereka ini? Apa motivasinya? Aliran politik apa dll. Jangan jangan dukunganku akan digadaikan, atau mereka bagian dari kekuasaan jahat yang akan menipu. Seribu keraguan pertanyaan dan keraguan menyeliputi pikiran Anda. Mestikah aku bergerak mendukung Petisi Kedaulatan ini?

Saudaraku, kami tidak bisa membela diri dengan gugatan Anda dengan mengklaim seribu kebaikan. Klaim kebaikan, tidak bisa membuktikan apapun. Saat yang sama, kita tak bisa mengatakan seseorang itu jahat kecuali ada bukti. Semuanya akan dibuktikan oleh waktu. Dalam perjalanannya siapapun yang bermaksud jahat dalam petisi ini akan terkunci dengan satu tujuan “kembalikan kekayaan nasional kepada rakyat” dan energi rakyatlah yang akan mengawal dan memastikan ini.

Kami dari diri kalian sendiri. Jiwa kami adalah jiwa kalian, jiwa rakyat Indonesia yang merasakan derita 350 tahun dijajah dan sampai saat ini kita tidak berdaulat.

Kami lahir dari ibu sederhana, yang mimpi naik haji setelah 40th bekerja. Kami juga lahir dari orang tua yang setengah mati gali lubang tutup lubang untuk menyambung hidup. Kami juga lahir dari petani, nelayan dan pedagang eceran yang membanting tulang untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya. Kami juga lahir dari ibu yang suaminya supir angkot dan buruh yang meneteskan air ketika melihat kami diwisuda. Kami juga anak-anak prajurit yang setia menjaga NKRI dengan gaji pas-pasan. Kami juga lahir dari orang tua yang tidak ada penghasilan tetap dan buruh serabutan, yang dalam kesendirian terus menangis akan masa depan anak-anaknya. Kami juga lahir dari orang tua yang kebetulan nasibnya lebih baik sedikit secara ekonomi.

Meskipun kami berangkat dari lingkungan yang beragam, tapi jiwa kami satu. Kami ingin merdeka dan kami ingin kekayaan nasional Indonesia dikembalikan kepada rakyat. Kami ingin melihat rakyat tersenyum menerima hak yang layak yang harus mereka dapatkan dari kekayaan alam di negeri ini. Kami semua anak-anak negeri ini yang tidak mau bertarung demi sebuah simbol apapun.

Itulah saudaraku, kenapa kami berani memulai memfasilitasi Petisi Kedaulatan ini. Tidak ada yang lebih diantara kita saudaraku. Kita semua sama, dan kita akan menggapai kemenangan secara bersama. Impian kita hanya sebuah ilusi jika kita terus curiga. Dan siapakah sebenarnya yang membuat rakyat saling curiga? Merekalah kelompok jahat ini yang melemahkan kekuatan rakyat dengan menghembuskan kecurigaan sesama kita. Isu-isu politik politik pinggiran terus diangkat sehingga rakyat melupakan isu utama “pengembalian kekayaan nasional ke rakyat”. Bahkan rakyat akan dipaksa memilih calon pemimpin yang rakyat sudah tidak bernafsu memilihnya.

Sekali saudaraku, jika Anda bertanya siapa kami? Kami adalah Anda dan Anda adalah Kami. Kita semua yang sama-sama mencintai keadilan, yang hanya takut sama “Yang Maha Agung” yang menciptakan kita. Petisi Kedaulatan ini hakekatnya dari rakyat oleh rakyat dan hanya satu tuntutan “Kembalikan Kekayaan Nasional Kepada Rakyat”! 10 November 2013 panji telah dikibarkan dan tidak ada jalan untuk kembali. (Suara Kedaulatan)

2 Comments on “KAMI Adalah ANDA, ANDA Adalah KAMI
  1. lalu apa yang harus kami lakukan ?
    apa hanya dengan kami membaca berita di petisi ini dan memberikan komentar itu cukup untuk mengembalikan kekayaan indonesia?
    beri tahu kami, apa yang harus kami lakukan untuk mengembalikan kekayaan indonesia kepada rakyat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *