Dikuasai Asing, Petisi Kedaulatan Tuntut Kekayaan Negara Dikembalikan ke Rakyat

“Kita menggalang dukungan lewat sosial media, seperti Facebook, Twitter, atau di laman petisikedaulatan.org. Sejauh ini sudah terkumpul lebih 1.156 dukungan.”

SIARNUSA.com – Kalangan kelas menengah Indonesia tengah menggalang Petisi Kedaulatan yang berisi tuntutan agar dikembalikannya kekayaan nasional kepada rakyat.

Kelompok yang banyak terdiri dari mantan aktivis 1998, professional, dan wiraswasta ini mendeklarasikan Petisi Kedaulatan sebagai kegundahan dan keprihatinan atas kondisi kekayaan nasional yang tak lagi bermanfaat bagi rakyat.

Kekayaan nasional Indonesia saat ini dinikmati pihak asing, segelintir korporasi transnasional, dan elite politik. Adapun rakyat, yang notabene pemilik kekayaan nasional, semakin terpinggirkan, bahkan tidak menikmati dari berlimpahnya kekayaan nasional yang dimiliki.

Demikian disampaikan fasilitator Petisi Kedaulatan Yusran Sulaiman dan Mujtahid dalam deklarasi penggalangan Petisi Kedaulatan di Jakarta, Minggu (10/11/2013) kemarin.

Menurut Yusran, galangan Petisi Kadaulatan dilakukan agar membuat rakyat bersatu, dan memahami bila kekayaan nasional Indonesia saat ini sebetulnya berada pada genggaman pihak asing, segelintir korporasi, dan elite politik saja. Petisi ini merupakan fasilitas bagi masyarakat untuk menyuarakan keadaan tersebut agar menjadi perhatian serius bagi Pemerintahan saat ini dan akan datang.

“Kita menggalang dukungan lewat sosial media, seperti Facebook, Twitter, atau di laman petisikedaulatan.org. Sejauh ini sudah terkumpul lebih 1.156 dukungan,” katanya.

Yusran berharap, jumlah dukungan terhadap gerakan ini mencapai puluhan juta sehingga bisa menekan pemerintah untuk lebih serius mengelola kekayaan nasional. “Petisi ini merupakan gerakan moral terbuka bagi partisipasi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Mujtahid mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, Singapura menguasai wilayah udara Indonesia di Kepulauan Natuna. Kemudian, setidaknya 12 bank swasta dikuasai asing, dan di atas 70 persen sektor pertambangan dikuasai pihak luar.

“Selain itu, 40 persen dari 8,9 juta hektar kebun kelapa sawit tidak dimiliki oleh Indonesia. Dan antara 35 hingga 66,5 persen sektor komunikasi juga dikuasai asing. Pertambangan tembaga, dan emas sekitar 85 persen dikuasai asing,” ucapnya.

Mujtahid juga menyatakan, Petisi ini juga akan menampung dan memperkaya gagasan masyarakat. Terutama dalam menampung ide-ide yang bertujuan untuk menegakan kedaulatan rakyat. Ide-ide itu, akan ditampung yang nantinya mengajak seluruh stakeholder untuk terlibat bersama dalam merumuskan langkah memperkuat kedaulatan.

“Kami rakyat Indonesia dari berbagai latar belakang profesi, agama, etnis dan aliran politik menuntut pengembalian kekayaan nasional kepada rakyat melalui Pemerintahan Republik Indonesia yang adil, bersih dan berdaulat. Ini bukan kegiatan politis karena tidak ada partai politik yang terlibat,” katanya.

sumber berita:

http://www.siarnusa.com/nasional/dikuasai-asing-petisi-kedaulatan-tuntut-kekayaan-negara-dikembalikan-ke-rakyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *