Optimis

Setiap hari kita melihat ketidakadilan, tetapi kita tidak melakukan apa apa.

Atau kita telah melakukan tetapi belum meruntuhkan bangunan sistem ketidakadilan.

Akhirnya kita frustasi dan membiasakan diri kita pasif dan pesimis terhadap keadaan.

Kita hanya mengeluh dan mengeluh apa yang terjadi di sekitar kita, tetapi keluhan kita tidak berefek terhadap perbaikan.

Kita melihat negeri kita dirampok tetapi kita hanya bisa mengeluh.

Tidak saudaraku.

Saatnya keluhan kita menjadi kebersamaan dan kekuatan yang nyata.

Saatnya kita bersatu dan tunjukkan sikap kita bersama dan fokus kepada tujuan kita.

Tidak ada satu kekuatan jahat pun yang bisa menahan kita.

Rakyat Indonesia harus menuliskan sejarah masa depannya sendiri.

Demi Ibu yang melahirkan kita, kita optimis menatap masa depan.

The Secret History Of The American Empire

“We are here to accomplish nothing short of saving this country from the clutches of communism. We all know how dependent our own country is on soil. Indonesia can be powerfull ally to us in that regard. So as you develop this master plan. Please do everything you can do to make sure that oil industry and all the others rhat serve it-port, pipelines, construction companies-get whatevwr they are likely to need in the way of electricity for the entire duration of this twenty five year plan.” (John Perkins)

Tanah Indonesia Untuk Siapa?

Saudaraku, luas wilayah daratan Indonesia sekitar 195 jt hektar, 95 juta hektar untuk kontrak Blok Migas, 42 jt hektar untuk blok Mineral Batu Bara, 9 jt hektar untuk blok HGU perkebunan besar, 32 jt hektar untuk HPH kehutanan.

Hitung sendiri luas wilayah daratan Indonesia yang dikuasasi korporat asing dan konglomerat lokal.

Tega betul penguasa ini, ya luas wilayah kita besar, tapi mungkin banyak saudara kita 1 meter persegi saja tidak punya.

Inilah salah satu alasan lahirnya Petisi Kedaulatan saudaraku.