Anak-anak Timika di Kampung Kawar

relawan-petisi-kedaulatan-ke-timikaIni anak-anak Timika, hidupnya di tepi sungai daerah Kawar Timika. Hidup dalam keterbatasan, lantai beralaskan pasir laut, dapat uang dari hasil jual ikan dan kepiting saat ada kapal lewat saja. Dapat baju dari pemberian juragan-juragan kapal dan dermawan saja. Di kampung Kawar hanya ada 1 guru bantu yg mengajar 3 kali seminggu. Di Kawar hanya dapat bantuan dari dinas kelautan 1 kapal jukung kecil mesin rumput untuk berjaga-jaga apabila ada yg sakit berobat ke kota Timika yg ditempuh 5jam.

Padahal tempat dimana mereka lahir dan besar didalamnya berisi harta yg tak ternilai. Apa yg mereka dapat? Sekolah gratis? Sandang pangan? Pakaian? Tempat bermain? Boro-boro beli pakaian, beli permen harga 100 rupiah saja mereka tidak mampu.

Ini yg harus kita kritisi.. ada persoalan besar yg di depan kita, energi kita jangan dihabiskan hanya untuk resepsi yg namanya pemilu. Puluhan Trilyun uang rakyat dihabiskan untuk meligitimasi ketidakadilan. Rakyat cerdas “kembalikan kekayaan nasional ke rakyat, kita bisa bikin sekolah bertaraf internasional untuk adek2 ku tercinta di Timika.

Jangan berkhayal kita akan dapat keadilan, jangan berkhayal mereka berhenti menghisap, jangan berkhayal para politisi mewujudkan impian kita, if you are a man..you take it!

(Foto relawan Petisi Kedaulatan di Timika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *